Airlangga: Emas di Bawah Bantal Ada 1.800 Ton, Nilainya Rp4,47 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan potensi emas di Indonesia mencapai 1.800 ton atau US$252 miliar (Rp4,47 triliun). Emas ini masih disimpan masyarakat di bawah bantal. Jika 20 persen saja dialihkan ke instrumen keuangan atau Pegadaian, dampak pada ekosistem bullion sangat besar. Stok emas Indonesia lebih tinggi daripada India (880 ton) tetapi lebih rendah dari AS (8.133 ton) dan China (2.331 ton). Bank Indonesia hanya memiliki 70 ton emas. Pemerintah mendorong kebijakan hilirisasi melalui bullion bank untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 09.30
Dorong Ekosistem Emas Berstandar Internasional, Direktur Pegadaian Resmi Jadi Ketua Umum IBMA
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 09.15
Direktur Pegadaian Resmi Jadi Ketua Umum Indonesia Bullion Market Association
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 12.34
Emas Tersimpan di Rumah Warga RI Diproyeksi 1.800 Ton, Setara Rp 4,47 Kuadriliun
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 11.04
Warga RI Simpan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal, Nilainya Tembus Rp 4.460 T
Berita terkait
Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional, Indonesia Kini Punya IBMA
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.37
Airlangga: Emas di Bawah Bantal Ada 1.800 T, Nilainya Rp4,47 T
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.27
Komisi XII DPR Dorong Penguatan Produksi dan Hilirisasi Emas
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 00.03
Pemerintah Luruskan soal Emas 1.800 Ton di Bawah Bantal Warga RI
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 07.27