Emas Tersimpan di Rumah Warga RI Diproyeksi 1.800 Ton, Setara Rp 4,47 Kuadriliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menko Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa emas yang masih tersimpan pribadi atau di bawah bantal oleh masyarakat RI diproyeksikan mencapai 1.800 ton dengan nilai sekitar USD 252 miliar (Rp 4,47 kuadriliun dengan kurs Rp 17.772 per dolar AS). Dengan memanfaatkan 20 persen dari potensi emas tersebut (360 ton) untuk dialihkan ke instrumen keuangan melalui Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia, dampak ekonomi positif diproyeksikan besar. Indonesia berada di bawah Amerika Serikat (8.133 ton) dan China (2.331 ton) dalam stok emas perorangan, namun jauh di atas India (880 ton) dan Singapura. Bank Indonesia hanya memiliki stok emas sekitar 70 ton. Pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi melalui bullion bank untuk meningkatkan nilai tambah sektor mine and energy.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.27
Airlangga: Emas di Bawah Bantal Ada 1.800 Ton, Nilainya Rp4,47 T
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 12.28
Investasi RI Tembus Rp 1.010 T, Pengusaha Ungkap Dampaknya ke Industri Lokal
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 21.52
Airlangga sebut ekosistem bulion emas beri nilai tambah ekonomi
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 18.02
Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Luncurkan Fitur Cicil Tabungan Emas
Berita terkait
Jadi Menko Hilirisasi, Bahlil Sempat Targetkan Megaproyek Rp618 T
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 12.10
Bahlil & Sarmuji: Hilirisasi dan Transisi Energi Menuju Negara Industri
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 10.12
Airlangga Ungkap 160 Ton Emas Masuk Bullion Bank Pegadaian dan BSI
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 17.20
Harga Emas 24 Karat Jumat 25 September 2026: Antam Turun, Pegadaian dan Hartadinata Stabil
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 12.45