Airlangga Nilai RI Paling Cocok Jadi Lokasi Pusat Data di ASEAN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia paling cocok menjadi lokasi pusat data di kawasan ASEAN, didukung oleh ketersediaan lahan luas, pasokan listrik dari energi hijau, serta air yang melimpah untuk sistem pendinginan. Menurutnya, kombinasi faktor tersebut memberikan keunggulan kompetitif dibanding negara-negara tetangga. Indonesia juga sedang menjadi magnet investasi teknologi global, termasuk rencana investasi senilai US$4,5 miliar dari NVIDIA di kawasan ekonomi khusus Batam.
Airlangga memproyeksikan permintaan pusat data akan terus meningkat seiring pertumbuhan kecerdasan buatan (AI), yang membutuhkan kapasitas server ekstra besar. Ia menekankan bahwa ketersediaan air di Indonesia menjadi aset strategis untuk mendukung operasional pusat data skala besar.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadilia juga mendukung upaya pengembangan pusat data di Indonesia. Ia menjamin pasokan listrik tidak akan menjadi kendala, dengan PLN siap menyalurkan energi sesuai kebutuhan investor. Bahlil menambahkan bahwa energi dapat bersumber dari surya, air, panas bumi, dan angin, sehingga harga listrik untuk pusat data di Indonesia diproyeksikan lebih kompetitif dibanding negara lain di kawasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 18.25
Luas KEK RI Kalah dari Malaysia-Vietnam, Airlangga Ungkap Penyebabnya
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 09.20
Listrik Berlimpah, Bahlil Ajak Investor Bangun Data Center di RI
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 21.41
Dobrak Dominasi China,Raksasa Baterai India Buru Tambang Nikel di Indonesia
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 19.11
Bahlil Tawarkan Lahan dan Energi RI untuk Data Center: 'Pulau Kami Masih Terlalu Banyak'
Berita terkait
Nvidia Investasi Rp 62 Triliun di MediaTek, Perluas Dominasi Ekosistem Chip AI
kumparan · 1 September 2026 pukul 12.38
Bahlil Ajak Investor Bangun Data Center di RI: Pulau Kami Banyak
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 21.00
Bahlil Rayu Investor Bangun Data Center di RI: Pulau Kami Masih Terlalu Banyak
Detik.com · 22 September 2026 pukul 16.50
Indonesia Juara Satu, Ini 10 Negara Pencetak Orang Kaya Baru
Liputan6.com · 20 September 2026 pukul 22.02