Bahlil Ajak Investor Bangun Data Center di RI: Pulau Kami Banyak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajak investor membangun pusat data (data center) di Indonesia dengan memanfaatkan luas wilayah kepulauan. Pemerintah menjamin ketersediaan pasokan listrik melalui PLN serta opsi energi terbarukan seperti matahari, air, dan panas bumi untuk memastikan harga listrik yang lebih kompetitif bagi investor.
Kebutuhan data center melonjak akibat penetrasi internet yang mencapai 230 juta penduduk, transformasi digital 73 juta UMKM, serta penggunaan AI. Saat ini, kapasitas data center nasional berada di angka 637,24 megawatt dan ditargetkan meningkat menjadi 1,65 gigawatt pada akhir tahun ini. Selain itu, PP 82/2012 mewajibkan perusahaan layanan publik memiliki pusat data dan disaster recovery center di dalam negeri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 19.11
Bahlil Tawarkan Lahan dan Energi RI untuk Data Center: 'Pulau Kami Masih Terlalu Banyak'
kumparan · 22 September 2026 pukul 17.36
Demi Kejar PLTS 100 GW, Bahlil Bakal Pangkas Birokrasi Proses Tender
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 17.00
Bahlil Klaim Listrik RI Lebih Kompetitif, Ini Perbandingannya di ASEAN
Detik.com · 22 September 2026 pukul 16.50
Bahlil Rayu Investor Bangun Data Center di RI: Pulau Kami Masih Terlalu Banyak
Berita terkait
Indonesia Membangun Data Center AI, Bukan Industri AI
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 08.08
AI-Data Center Meledak, Bos Kawasan Industri Tunjuk Ancaman Masalah
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 11.50
Airlangga Ungkap Potensi Investasi Data Center Indonesia Capai 1,17 GW
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 15.20
Bisnis Data Center RI Meledak, 4 Emiten Ini Paling Siap Menangkap Cuan
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 17.05