Airlangga sebut lokasi PFII di Bali masih dalam tahap evaluasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Bali masih dalam tahap evaluasi. PFII akan berlokasi di lahan milik Danantara, namun belum ditentukan wilayah exactnya seperti Bali Utara, Kura-Kura, atau Sanur. Penetapan PP tentang PFII juga belum selesai, sebelumnya disengaja pada 16 Agustus 2026. PFII akan berkembang di Jakarta sebagai lokasi awal, diikuti Bali sebagai pengembangan selanjutnya. PFII akan menjadi pusat keuangan baru dengan fokus pada investasi, fintech, pasar modal, dan penyelesaian sengketa komersial. Fasilitas yang disiapkan meliputi kepastian transfer modal, repatriasi dana, golden visa, dan pelayanan perizinan kompetitif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 12.34
Emas Tersimpan di Rumah Warga RI Diproyeksi 1.800 Ton, Setara Rp 4,47 Kuadriliun
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 12.00
250 Perusahaan Jerman Beroperasi di RI, Investasi Capai US$1,23 Miliar
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 11.45
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, 11 Industri Resmi Meluncurkan Asosiasi IBMA
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 11.35
Lirik Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Jerman Bawa Delegasi Bisnis Incar Sektor Energi
Berita terkait
Terkuak Alasan Jakarta & Bali Dipilih Jadi Lokasi PFII
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 07.15
Rosan Buka-bukaan Alasan Jakarta & Bali Jadi Lokasi PFII
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.54
Lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia di Jakarta, Istana Buka Suara
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 18.25
Gaet Investor Dunia di PFII Jakarta-Bali, Prabowo Siapkan Insentif Pajak hingga Golden Visa
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 11.18