Airlangga Ungkap RI Bisa Raup Rp10.800 T dari Ekonomi Digital ASEAN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia berpotensi meraih nilai ekonomi digital sebesar US$400 miliar hingga US$600 miliar (sekitar Rp7.200 triliun hingga Rp10.800 triliun) hingga tahun 2030. Peluang ini didorong oleh rencana penandatanganan ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA) pada November mendatang di Filipina, yang diprediksi meningkatkan permintaan sektor digital ASEAN dari US$1 triliun menjadi US$2 triliun.
Pertumbuhan ini memicu peningkatan kebutuhan infrastruktur pendukung, terutama data center, seiring perkembangan artificial intelligence (AI) dan digitalisasi. Pemerintah saat ini memperluas kawasan digital park di wilayah Karawang dan Bekasi. Untuk mendukung transformasi ekonomi ini, pemerintah fokus meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan, termasuk kerja sama dengan ARM Inggris di bidang semikonduktor guna mengintegrasikan ekonomi hijau dan digital.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 16.51
PLN Kantongi 159 Perusahaan Data Center, Konsumsi Energi Tembus 2.378 GWh
JawaPos · 28 September 2026 pukul 12.17
Ekonomi Digital Terus Tumbuh, Konsumsi Energi Data Center capai 2.378 GWh
Detik.com · 27 September 2026 pukul 19.28
Wamenkomdigi Angga Pede 5G Indonesia Makin Berkualitas dalam 3 Tahun
Berita terkait
Bukan Cuma Pengguna, UMKM RI Berpeluang Jadi Pemenang Era AI
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 20.30
NUS Business School: Bukan Teknologi, Masa Depan AI RI Ditentukan Kualitas SDM
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 19.14
ABI: Aset kripto makin strategis dalam ekonomi digital Indonesia
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 09.38
Buka FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, FIFA Optimistis Sepak Bola Regional Meningkat
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 22.19