Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

NUS Business School: Bukan Teknologi, Masa Depan AI RI Ditentukan Kualitas SDM

Indonesia berambisi menjadi negara berpendapatan tinggi, namun peluang kecerdasan buatan (AI) terbesar di negara ini terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM), bukan sekadar adopsi teknologi. Menurut Tan Hong Ming dari NUS Business School, konsep 'human dividend' menjadi kunci, di mana SDM harus memiliki keahlian dan dukungan institusi untuk mengonversi AI menjadi produktivitas, inovasi, dan nilai ekonomi.

Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa dan ekonomi digital bernilai hampir USD 100 miliar pada 2025, Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar digital terbesar di ASEAN. Sekitar 65 juta UMKM menyumbang 60% PDB nasional dan menyerap 97% tenaga kerja. AI dapat meningkatkan kapabilitas pekerja, bukan hanya menggantikan tugas, sehingga produktivitas ditentukan oleh kualitas SDM. Namun, hambatan seperti kelangkaan pegawai, infrastruktur digital belum merata, dan kesiapan AI yang bervariasi masih menghalangi adopsi penuh, terutama bagi bisnis kecil.

Untuk membangun SDM unggul, diperlukan tiga tahap investasi: pertama, literasi AI agar karyawan memahami penggunaannya secara efektif. Kedua, pimpinan harus merancang ulang pola kerja agar AI memperkuat peran manusia. Ketiga, membangun budaya belajar berkelanjutan seiring perkembangan AI yang dinamis.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait