Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

AirNav Indonesia: Dampak Kabut Asap, Visibilitas di Pontianak Sempat Anjlok

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menyebabkan kondisi kabut asap yang signifikan, mempengaruhi operasional penerbangan. AirNav Indonesia memperketat pemantauan kondisi ruang udara untuk mendukung keselamatan penerbangan, khususnya di wilayah Kalimantan dan sekitarnya. Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, menyatakan bahwa kondisi atmosfer dan jarak pandang yang dinamis memerlukan pemantauan berkelanjutan. Pada 2 September 2026, Pontianak, Kalimantan Barat, mengalami penurunan visibilitas drastis hingga 600 meter, menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan dan satu penerbangan rute Jakarta-Pontianak terpaksa melakukan return to base (RTB). Di Palangka Raya, visibilitas masih aman pada 3.500 meter. Sehari sebelumnya, kabut asap juga menutupi Kalimantan Utara, dengan visibilitas di Bandara Juwata, Tarakan, merosot ke 1.000-5.000 meter, sehingga satu penerbangan dialihkan dan tiga lainnya tertunda. Di beberapa bandara perintis seperti Malinau, Long Apung, dan Tanjung Harapan, visibilitas turun drastis, namun kondisi Kalimantan Utara mulai membaik dengan visibilitas 3.000-5.000 meter. AirNav Indonesia juga memantau dampak erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara, namun operasional di Bandara Kualanamu telah kembali normal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait