Ajukan Anggaran Rp4,98 Triliun, Bea Cukai Siapkan Dua Fokus Utama di 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menyiapkan dua fokus utama pada 2027, yaitu meningkatkan penerimaan negara dan memperketat pengawasan terhadap barang ilegal serta penyelundupan. Rencana ini disampaikan dalam rapat kerja DJBC bersama Komisi XI DPR RI pada Senin (7/9/2026). Untuk meningkatkan penerimaan, DJBC akan mengoptimalkan penerimaan dari cukai dan bea masuk, termasuk penyesuaian kebijakan tarif cukai hasil tembakau dan bea masuk untuk sejumlah barang, serta mencari sumber penerimaan baru sesuai perkembangan ekonomi. Hingga 31 Juli 2026, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp182,6 triliun atau 54,3 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp336 triliun, dengan pertumbuhan 6,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan terbesar berasal dari cukai (Rp130,7 triliun), diiku oleh bea masuk (Rp31,5 triliun) dan bea keluar (Rp20,4 triliun).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 18.13
Bea Cukai Usulkan Anggaran Rp 4,09 Triliun di 2027, Buat Apa Saja?
Berita terkait
Bea Cukai Sita Ratusan Ribu Batang Rokok dan 1.511,55 Liter MMEA Ilegal di Kota Malang
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 17.48
Menkeu Purbaya Kocok Ulang Pejabat Pajak dan Bea Cukai karena Ada Kebocoran
JawaPos · 3 September 2026 pukul 15.15
Bea Cukai Madura Musnahkan Rokok Ilegal Senilai Rp 31,7 Miliar, Ada 22 Juta Batang
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 17.22
Purbaya Andalkan Perbaikan Pajak dan Bea Cukai untuk Mitigasi Pengelolaan Utang
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 16.01