Aksi Sarulla Menyulap Air Sisa Pengeboran Jadi Raksasa Energi Listrik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PLTP Sarulla di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menerapkan teknologi biner (binary system/Ormat Energy Converter) untuk memanfaatkan air panas sisa pengeboran atau brine yang selama ini dibuang. Proyek berkapasitas 330 megawatt ini membentang di wilayah kerja Silangkitang (SIL) dan Namora I Langit (NIL). Karakteristik sumur di lokasi ini didominasi oleh fluida cair atau wet steam dengan konsentrasi brine mencapai 70-80 persen dan uap hanya 20-30 persen. Dengan sistem biner, Sarulla tidak hanya mengandalkan uap kering seperti PLTP konvensional, tetapi juga memanfaatkan seluruh potensi panas bumi termasuk brine bersuhu tinggi sekitar 185°C. Teknologi ini menggunakan cairan kerja pentana dengan titik didih rendah dalam siklus tertutup, di mana brine dan uap tekanan rendah bertindak sebagai penukar panas untuk memanaskan dan mengekspansikan gas pentana yang kemudian memutar turbin. Unit biner brine dan vaporizer di Sarulla mampu menampung laju alir hingga 1.500 ton per jam, dengan setiap 100 ton brine menghasilkan satu megawatt. Kombinasi penggunaan uap sisa dan brine ini memungkinkan Sarulla meningkatkan total kapasitas pembangkitan listrik hingga ratusan megawatt untuk pasokan energi di Sumatera.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 12.50
Proyek PLTP Gunung Ungaran 55 MW Masih Tahap Awal, Ini Penjelasan Dinas ESDM Jateng
Berita terkait
Potensi Panas Bumi Indonesia Melimpah, Pemerintah Kejar 5,2 GW hingga 30 GW
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.33
PLN Indonesia Power dan PGE Garap Proyek Panas Bumi, Kapasitas 45 MW
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 15.00
Video: 5 Proper Emas, Bukti Sukses PGE Kelola Lingkungan - Masyarakat
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 18.01
Panas Bumi Eksisting Bakal Disulap Jadi Tambahan 45 MW Listrik
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 14.15