Aktivitas Manufaktur Melambat, Kemenperin Soroti Dampak BBM Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Aktivitas manufaktur Indonesia pada September 2026 masih berada di zona ekspansi dengan IKI 51,93, turun 0,30 poin dari Agustus 2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM dunia akibat konflik Timur Tengah serta dampak Super El Nino. Di dalam negeri, sebagian industri menunggu kebijakan dan insentif pemerintah, serta menahan barang di gudang meski permintaan domestik tinggi. Dari 23 subsektor, 15 masih ekspansi dengan kontribusi 84,4% terhadap PDB industri nonmigas. Delapan subsektor berkontraksi, termasuk industri kulit, kayu, kertas, karet, komputer, listrik, dan mesin. Pesanan baru meningkat (IKI 53,40), namun produksi dan persediaan melambat. Industri ekspor IKI 52,60, domestik 50,94. 77,9% responden usaha membaik atau stabil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 September 2026 pukul 16.33
Industri RI Mulai Rem Produksi, Stok Barang Menumpuk di Gudang
Berita terkait
Manufaktur Melambat, Kemenperin Soroti Ancaman Super El Nino
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 16.53
Produksi dan Pesanan Naik, Manufaktur China Cetak PMI 52,1
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 14.40
Kemenperin Genjot Indonesia jadi Pusat Industri Pangan Global, Targetkan Ekspor Mamin USD 83,08 Mili
JawaPos · 20 September 2026 pukul 13.15
Kemenko Perekonomian Dorong Manufaktur RI Perkuat Teknologi dan Rantai Pasok
Warta Ekonomi · 19 September 2026 pukul 10.40