Jakarta · Sabtu, 19 September 2026Cari
WargaKonoha

Kemenko Perekonomian Dorong Manufaktur RI Perkuat Teknologi dan Rantai Pasok

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong industri manufaktur Indonesia memperkuat daya saing melalui penguasaan teknologi, inovasi, pengembangan SDM, dan penguatan rantai pasok. Susiwijono Moegiarso menekankan pentingnya keteradaptasian terhadap perubahan teknologi, mengacu pada pengalaman Toyota yang telah memproduksi 10 juta kendaraan selama lebih dari lima dekade di Indonesia, dengan lebih dari 3 juta unit diekspor ke lebih dari 100 negara. Investasi Toyota Group di Indonesia mencapai sekitar Rp100 triliun, melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja dengan tingkat kandungan lokal di atas 80%, didukung oleh lebih dari 240 pemasok Tier-1 dan 520 pemasok Tier-2 serta Tier-3.

Pemerintah juga menyoroti peluang transformasi menuju kendaraan listrik. Pada April 2026, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengumumkan kemitraan strategis dengan CATL untuk produksi baterai kendaraan elektrifikasi dengan investasi Rp1,3 triliun. Produksi sel dan modul baterai ini diproyeksikan menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor baterai Toyota ke pasar global mulai semester II 2026. Transformasi ini diharapkan meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri dan mengembangkan kemampuan SDM dalam teknologi baru.

Kunjungan Susiwijono ke Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology di Nagoya, Jepang, menjadi bagian dari upaya memperkuat dialog Indonesia dan Jepang mengenai pengembangan manufaktur, inovasi teknologi, rantai pasok, elektrifikasi kendaraan, pengembangan SDM, dan ekspor. Pemerintah akan terus mendorong kolaborasi dengan pelaku industri untuk meningkatkan daya saing manufaktur dan memperluas pasar ekspor nasional.

Berita terkait