Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Alasan Miliarder Makin Berminat Beli Tim Olahraga

Miliarder semakin tertarik membeli tim olahraga karena beberapa faktor, termasuk peningkatan jumlah miliarder, kelangkaan tim yang dapat dibeli, serta teknologi Artificial Intelligence (AI) yang tidak mengancam sektor olahraga. Menurut Sal Galatioto, seorang bankir investasi dengan pengalaman 30 tahun di bidang penjualan tim, olahraga dianggap sebagai investasi jangka panjang yang tahan terhadap gangguan teknologi, sehingga banyak dibandingkan dengan investasi pada karya seni. Ia juga menekankan bahwa pembelian tim tidak dilakukan untuk keuntungan likuiditas, tetapi untuk nilai jangka panjang, gratifikasi pribadi, dan nilai kelangkaan. Beberapa transaksi terbaru mencerminkan tren ini, seperti penawaran US$12,5 miliar (Rp221,3 triliun) untuk saham pengendali La Lakers oleh Bob Iger dan Josh Kushner. Fenway Sports Group juga menjual 40% saham Liverpool ke konsorsium yang dipimpin Jeff Bezos. MLB menyetujui penjualan San Diego Padres seharga US$3,9 miliar, sementara NFL hampir menyelesaikan penjualan Seattle Seahawks seharga US$9,6 miliar. Minnesota Timberwolves dan tim WNBA-nya Lynx dijual seharga US$4,5 miliar, dan New York Yankees mendapatkan suntikan dana US$2,6 miliar dari Apollo Global Management. Nilai tinggi ini didorong oleh meningkatnya biaya hak siar olahraga langsung, terutama dengan masuknya layanan streaming seperti Amazon, Apple, dan Netflix. Selain itu, legalisasi perjudian olahraga di AS sejak 2018 juga meningkatkan minat penonton dan pendapatan, dengan estimasi dana dari perjudian mencapai US$1 miliar per tahun. Tim olahraga yang terbatas dan langka menjadi komoditas yang sangat diminati, bahkan keluarga yang sudah menguasai tim selama lebih dari satu abad rela menjual sebagian sahamnya.

Berita terkait