Amran Pecat Pejabat di Banggai Gara-gara Petani Sulit Tebus Pupuk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot manajer pupuk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah setelah menemukan petani kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi karena belum tergabung dalam kelompok tani. Dalam kunjungan lapangan, Amran menegur pejabat yang bertanggung jawab karena tidak aktif membantu petani menyelesaikan kendala administrasi. Ia memerintahkan petugas untuk turun ke lapangan, mendata, dan membantu pembentukan kelompok tani agar petani tetap dapat pupuk sesuai ketentuan. "Anda digaji untuk melayani rakyat, bukan bergaya," tegasnya. Amran juga memerintahkan kepolisian mengusut dugaan pungutan sebesar Rp150 juta dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Banggai Selatan. "Pak Kapolres, tangkap! Jangan kasih ampun. Rakyat jangan dibebani," ujarnya. Pemeriksaan akan dilakukan di seluruh Indonesia jika praktik serupa ditemukan. Untuk pengawasan, Amran membuka kanal pengaduan melalui Lapor Pak Amran di 0823 1110 9390.
Bagikan
Berita terkait
Dugaan Pungutan hingga LHKPN di DLH DKI Disorot, KAMAKSI Pertanyakan Fungsi Pengawasan DPRD
VOI · 9 September 2026 pukul 16.57
Mentan Amran, Dua Tahun Berkinerja Terbaik di Kabinet Merah Putih
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 22.24
IndexPolitica Nilai Kinerja Mentan Amran Tertinggi di Kabinet Merah Putih, Raih Skor 91
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 07.56
Pupuk Indonesia Imbau PPTS Bangkalan Salurkan Pupuk Sesuai Ketentuan
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.41