Amran Sebut Ada Mafia di Balik Beras Premium Langka di Pasaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan adanya kelangkaan beras premium di sejumlah ritel bukan disebabkan karena ketersediaan beras nasional yang tidak mencukupi. Ia menyatakan stok beras nasional justru dalam kondisi melimpah, sehingga kelangkaan di ritel perlu ditelusuri untuk mencegah manipulasi pasokan dan harga oleh pihak tertentu. Amran juga menyoroti adanya perbedaan harga yang signifikan, di mana beras yang seharusnya dijual di kisaran Rp13.000 per kilogram dijual hingga mencapai Rp57.000, yang menurutnya merupakan bentuk eksploitasi. Ia menyebut dugaan adanya mafia yang turut memainkan persoalan ini, termasuk terkait dugaan penyalahgunaan dana sebesar Rp89 triliun yang dikaitkan dengan hak rakyat. Untuk menangani hal ini, pemerintah siap mengambil tindakan tegas melalui tiga langkah: pencabutan izin, penempatan moratorium, dan proses hukum terhadap pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran. Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk membersihkan tata kelola perdagangan beras agar tidak ada ruang bagi praktik mafia yang merugikan masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 20.28
Harga Beras Naik di Tengah Surplus, Benarkah Ulah Mafia?
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 19.30
Amran Tegaskan Tak Ada Ruang Bagi Mafia Beras: Kita Berhadapan!
Berita terkait
Ada Kabar Beras Premium di Ritel Langka-Pembelian Dibatasi, Apa Benar?
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.25
Mendag Buka Suara soal Beras Premium 5 Kg Langka
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 15.39
Beras Premium Kemasan 5 Kg Langka, Mendag Bilang Begini
Detik.com · 2 September 2026 pukul 13.10
Antisipasi Kelangkaan, Bulog Gelontorkan Beras Premium Murah
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 13.30