Analis: Rupiah berpeluang menguat, dolar AS tertekan buyback obligasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka kuat pada Kamis, menguat 30 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.810 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.840. Kenaikan ini didorong oleh proyeksi pelemahan dolar AS akibat rencana buyback obligasi yang diperkirakan akan digandakan oleh Departemen Keuangan AS untuk mendukung likuiditas obligasi jangka panjang.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah berpotensi melanjutkan penguatan seiring pelemahan dolar AS. Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur juga mendukung sentimen positif terhadap rupiah. BI juga mempertahkan Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 6,50 persen.
Dengan pertimbangan sentimen tersebut, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan Kamis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.11
Rupiah Melesat ke Rp17.685/US$, Terbaik dalam Nyaris 3 Bulan Terakhir
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 10.51
Breaking News! Rupiah Menguat, Dolar AS Sudah di Level Rp17.695
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 09.55
Rupiah Hari Ini 21 Agustus 2026: Stagnan di Level Rp17.748
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.03
Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800
Berita terkait
Rupiah Bangkit ke Level Rp17.894 per Dolar AS Rabu Sore
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 16.15
Nilai Tukar Rupiah Terdepresiasi 7,74 Persen hingga Akhir September 2026, Ini Penjelasan BI
JawaPos · 30 September 2026 pukul 14.00
BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.00
BI Ungkap Penyebab Dolar AS Tembus Rp 18.000
Detik.com · 29 September 2026 pukul 12.06