Analis: Rupiah berpeluang menguat, dolar AS tertekan buyback obligasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka kuat pada Kamis, menguat 30 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.810 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.840. Kenaikan ini didorong oleh proyeksi pelemahan dolar AS akibat rencana buyback obligasi yang diperkirakan akan digandakan oleh Departemen Keuangan AS untuk mendukung likuiditas obligasi jangka panjang.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah berpotensi melanjutkan penguatan seiring pelemahan dolar AS. Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur juga mendukung sentimen positif terhadap rupiah. BI juga mempertahkan Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 6,50 persen.
Dengan pertimbangan sentimen tersebut, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan Kamis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.15
Rupiah Hari Ini Melemah, Pasar Tunggu Keputusan BI
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 11.15
Rupiah Hari Ini Menguat, Analis Prediksi Bisa Tembus 17.750 per Dolar AS
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.51
Rupiah Menguat Pagi Ini Usai BI Rate Ditahan
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.30
Rupiah Menanjak ke Level Rp17.795 per Dolar AS Pagi Ini
Berita terkait
Rupiah Bangkit ke Rp17.755 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 15.58
Rupiah Moncer Senin Pagi, Ternyata Ini Faktor Pendukungnya
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 11.23
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.905
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 09.04
Rupiah Gagal Bertahan, Dolar Menguat ke Rp18.015
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 15.06