APBD Jabar Diproyeksi Defisit Rp5,7 Triliun, Dedi Mulyadi Sebut Pusat Belum juga Cairkan DBH
Warta Ekonomi± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan proyeksi defisit APBD 2026 mencapai Rp5,7 triliun. Penurunan PAD sebesar Rp1,6 triliun disebabkan oleh penurunan pajak rokok Rp613 miliar, PKB dan BBNKB Rp406 miliar, serta koreksi dividen BJB dan PT Muj. Dana transfer dan DBH pemerintah pusat sebesar Rp3,2 triliun masih belum tersalurkan. Pemerintah Provinsi melakukan efisiensi belanja hingga Rp2,3 triliun dan menunggu kepastian pencairan dana pada Oktober-Desember 2026.
Bagikan
Berita terkait
Kas Jabar Terancam Defisit, Dedi Mulyadi Ogah Buru-buru Pinjam Rp3,4 T: Nanti Warga Rugi Bayar Bunga
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 10.07
Pemkab Gianyar tingkatkan PAD Rp33,6 miliar pada Perubahan APBD 2026
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 12.56
Soroti Kebijakan Anggaran, OSO: Pentingnya Menjaga Keseimbangan Pusat dan Daerah
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.56
Tanpa Naikkan Tarif, Purbaya Bilang Setoran Pajak Tembus Rp1.224 T
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 11.09