Riset ITB: Seandainya Jakarta Nol Emisi, Ibu Kota Tetap Tak Akan Bebas Polusi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian ITB tentang inventarisasi emisi di Jabodetabek menunjukkan bahwa meskipun Jakarta diberi skenario nol emisi, polusi udara tetap akan masuk dari wilayah sekitarnya seperti Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang. Simulasi dispersi udara mengungkapkan Jakarta masih menerima 26-54% (rata-rata 38,5%) PM2.5 dari luar. Hasil analisis di Jakarta Barat Februari-Desember 2025 menunjukkan konsentrasi rata-rata PM2.5 sebesar 34,1 μg/m³, jauh di atas baku PP 22/2021 (15 μg/m³), US-EPA (9 μg/m³), bahkan WHO (5 μg/m³). Transportasi diesel mendominasi sumber emisi di Jakarta (33,1%), diikuti bensin (26,2%), sulfat sekunder (20,4%), dan batubara (5,5%). Kesehatan masyarakat terdampak signifikan dengan penyakit jantung iskemik 37%, paru obstruktif kronis 27%, pneumonia 20%, dan ISPA 18% jika polusi terus meningkat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 22.01
Pemerintah Harus Bisa Bedakan Antara Salah Satu Sumber & Penyebab Utama Polusi di Jakarta
VOI · 23 Agustus 2026 pukul 13.28
25 Tenant Disiapkan di Extended Concourse MRT Bundaran HI, Tak Cuma Jual Makan
CNN Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 05.00
Prabowo Bakal Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai 26 Agustus
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 20.30
Pengguna Diproyeksi Tembus 17.000 Orang, MRT Bangun Extended Concourse Bundaran HI
Berita terkait
Studi ITB: Polusi Udara Jakarta Terbanyak Disumbang dari Transportasi
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.01
Polusi Udara Jabodetabek Kian Akut, Pemerintah Diminta Lakukan Ini
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 17.10
Sepeda Dinilai Jadi Solusi Dekarbonisasi Transportasi Jakarta
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.43
Bisakah Jakarta Bebas Polusi Udara?
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.15