Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Asap Karhutla Kalimantan Sampai Filipina, Ilmuwan Atmosfer Sebut Ada Pola Angin Tak Biasa

Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dilaporkan melintas hingga Filipina, menyebabkan kualitas udara di Metro Manila menurun secara signifikan. Data Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina (DENR-EMB) dan konsorsium Breathe Metro Manila menunjukkan peningkatan Indeks Kualitas Udara (AQI) hingga lebih dari 200 hingga 270 di wilayah seperti Paranaque dan Las Pinas, masuk kategori sangat berbahaya. Konsentrasi partikel halus PM2.5 juga melonjak lebih dari empat kali lipat dari batas aman WHO. Ilmuwan atmosfer Universitas Filipina, Gerry Bagtasa, menjelaskan bahwa angin muson barat daya yang dipengaruhi topan dan El Nino membawa asap dari pembakaran lahan gambut di Kalimantan melintasi garis khatulistiwa hingga Luzon Tengah, Metro Manila, dan sebagian Visayas. Akibatnya, warga disarankan menggunakan masker N95 saat berada di luar, terutama bagi orang dewasa sehat, karena partikel PM2.5 berukuran kecil dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan.

Berita terkait