Asap Karhutla Kalimantan Sampai Filipina, Ilmuwan Atmosfer Sebut Ada Pola Angin Tak Biasa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dilaporkan melintas hingga Filipina, menyebabkan kualitas udara di Metro Manila menurun secara signifikan. Data Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina (DENR-EMB) dan konsorsium Breathe Metro Manila menunjukkan peningkatan Indeks Kualitas Udara (AQI) hingga lebih dari 200 hingga 270 di wilayah seperti Paranaque dan Las Pinas, masuk kategori sangat berbahaya. Konsentrasi partikel halus PM2.5 juga melonjak lebih dari empat kali lipat dari batas aman WHO. Ilmuwan atmosfer Universitas Filipina, Gerry Bagtasa, menjelaskan bahwa angin muson barat daya yang dipengaruhi topan dan El Nino membawa asap dari pembakaran lahan gambut di Kalimantan melintasi garis khatulistiwa hingga Luzon Tengah, Metro Manila, dan sebagian Visayas. Akibatnya, warga disarankan menggunakan masker N95 saat berada di luar, terutama bagi orang dewasa sehat, karena partikel PM2.5 berukuran kecil dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan.
Bagikan
Berita terkait
Asap Karhutla Indonesia Sampai Filipina, Menhut Raja Juli Janji Tak Rugikan Negara Tetangga
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 02.27
KLH Terbitkan Instruksi Mendesak Karhutla untuk 6 Gubernur
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.27
Mengapa Asap Karhutla Berdampak pada Penerbangan? Ini Kata BMKG
Detik.com · 2 September 2026 pukul 11.46
Pramono: 457 Kebakaran Terjadi Selama Juli-Agustus 2026, Jakbar Paling Banyak
kumparan · 2 September 2026 pukul 11.10