Astra Catatkan Pendapatan Rp 157,9 Triliun Semester I 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194079/original/097851200_1596032514-Foto_01.jpg)
Grup Astra mencatat pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp 157,9 triliun pada semester I 2026, turun 3% dari Rp 162,8 triliun tahun sebelumnya. Laba bersih tanpa item non-recurring Rp 14,8 triliun, turun 7%, sedangkan laba bersih total termasuk non-recurring Rp 12,5 triliun, turun 19%. Divisi otomotif tumbuh dengan laba Rp 5,9 triliun, naik 9%, didorong penjualan mobil dan motor yang meningkat. Jasa keuangan juga positif dengan laba naik 6% menjadi Rp 4,6 triliun. Sebaliknya, sektor solusi pertambangan mengalami penurunan tajam laba bersih 46% menjadi Rp 2,7 triliun akibat gangguan operasional tambang emas dan penurunan kuota batu bara. Segmen lain seperti agribisnis mencatat kenaikan laba 31%.
Bagikan
Berita terkait
Astra Fokus Perkuat Bisnis Otomotif, Jasa Keuangan, hingga Pertambangan
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 23.18
Astra (ASII) Bakal Fokus ke 3 Segmen Penghasil Cuan Utama
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.20
Kinerja Keuangan Astra: Tertekan Bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 11.24
PT Astra Internasional Fokus Kembangkan Tiga Bisnis Utama
JawaPos · 23 September 2026 pukul 15.00