Asumsi RAPBN 2027 Berubah, Target Kemiskinan Ekstrem Jadi 0,5 Persen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah dan DPR menyepakati perubahan target dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Target kemiskinan ekstrem disesuaikan menjadi kisaran 0-0,5 persen, naik dari 0 persen yang sebelumnya tercantum dalam Nota Keuangan. Indeks Gini ratio juga diturunkan ke kisaran 0,360-0,365, dibandingkan 0,362-0,367 sebelumnya. Perubahan ini disetujui dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR terkait asumsi dasar dalam RUU APBN 2027. Beberapa indikator makroekonomi tetap, seperti pertumbuhan ekonomi 6,0 persen secara tahunan, inflasi 2,5 persen, nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS, dan suku bunga SBN 10 tahun 6,9 persen. Sasaran lainnya meliputi kemiskinan 6,0-6,5 persen, pengangguran terbuka 4,30-4,87 persen, dan penciptaan lapangan kerja formal sebesar 40,81 persen dengan target baru 2,57-3,49 juta orang. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi kepada DPR atas dukungan dalam pembahasan asumsi makroekonomi RAPBN 2027. Pemerintah berkomitmen menindaklanjuti seluruh kesepakatan untuk menyempurnakan arsitektur RAPBN 2027 guna mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan.
Bagikan
Berita terkait
Transisi Energi Indonesia Masuk Fase Eksekusi, Kementerian ESDM Ungkap Capaian 17,3 Persen
JawaPos · 2 September 2026 pukul 20.01
Respon Ketidakpastian Global, Gubernur BI Destry Damayanti Andalkan Bauran Kebijakan
JawaPos · 2 September 2026 pukul 20.01
Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, Ini Harapan Purbaya hingga Dirut BEI
kumparan · 2 September 2026 pukul 20.00
Cek! Tarif Listrik PLN September
Detik.com · 2 September 2026 pukul 19.52