Australia Ingin Bangun Kilang Minyak Pertama dalam 60 Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Australia berencana membangun kilang minyak pertama dalam lebih dari 60 tahun. Rencana ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mengancam pasokan energi global. Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan proyek ini bertujuan meningkatkan ketahanan dan kedaulatan energi Australia, sehingga negara tidak terlalu rentan terhadap guncangan pasokan luar negeri. Pemerintah federal dan negara bagian Australia Barat mengalokasikan dana A$4 juta (sekitar Rp50,46 miliar) untuk studi kelayakan. Jika layak, kilang besar akan dibangun oleh perusahaan Perdaman di Australia Barat. Saat ini Australia masih mengimpor sekitar 80% kebutuhan bahan bakarnya. Hanya tersisa dua kilang domestik yang beroperasi—Ampol di Queensland dan Viva Energy di Victoria—dari delapan kilang pada tahun 2000. Kilang terakhir di Australia Barat ditutup pada 2021 setelah BP mengubahnya menjadi terminal impor. Studi kelayakan akan memastikan lokasi dan kelanjutan proyek.
Bagikan
Berita terkait
Jared Kushner Temui Netanyahu Bahas Rencana Perdamaian Gaza
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.28
Direktur BSP: Semangat Kemerdekaan Jadi Energi untuk Transformasi
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 17.18
HUT ke-81 RI, PM Albanese Ungkap Arti Penting Indonesia Bagi Australia
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 17.07
Menlu Australia Ucapkan Selamat HUT RI dan Duka untuk Gempa NTT
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.07