Badai Obligasi AS-Jepang Mengamuk, Rupiah dan Modal Asing Bakal Seret?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) naik signifikan, dengan yield 30 tahun mencapai 5,48 persen — level tertinggi sejak 2004 — dan yield 10 tahun mencapai 5,20 persen. Kenaikan ini mencerminkan tekanan inflasi, pertumbuhan ekonomi yang kuat, dan meningkatnya belanja pemerintah AS. Pasar obligasi global, termasuk Jerman dan Jepang, juga mengalami tekanan serupa. Yield Jerman 10 tahun pernah melewati 3,6 persen (tertinggi 17 tahun), sementara Jepang mencapai level tertinggi sejak 1996. Tekanan ini menimbulkan kekhawatiran akan aliran keluar modal dari pasar emerging market seperti Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 11.36
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran tekanan inflasi global
Berita terkait
Apa Itu Trading dan Mengapa Serbuan ke Aset Rupiah Meredakan Tekanan Nilai Tukar Indonesia
JawaPos · 25 September 2026 pukul 15.00
Rupiah Moncer 121 Poin, USD Berada di Level Rp 17.511
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 17.30
Imbal Hasil Obligasi AS Meroket ke Level Tertinggi dalam 22 Tahun
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.54
Lawan Aset Amerika, BI Ungkap Strategi Gaet Modal Asing
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 17.20