Bahlil Akui Belum Ada Kesepakatan Transmisi ASEAN yang Untungkan RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahardalia menyatakan belum ada kesepakatan final untuk transmisi listrik regional ASEAN (ASEAN Power Grid) karena belum memenuhi prinsip win-win solution. Dalam acara MKI Electricity Connect 2026, Bahlil menegaskan bahwa ekspor listrik ke negara tetangga harus saling menguntungkan, bukan hanya menguntungkan satu pihak. Ia menegaskan bahwa Indonesia tetap terbuka untuk kerja sama, namun harga dan syaratnya harus adil dan seimbang.
Bahlil mengakui telah berdiskusi dengan Menteri Energi Malaysia terkait APG, dan komitmen ini juga disampaikan dalam KTT ASEAN di Filipina. Namun, dari seluruh negara anggota, hanya Indonesia yang belum menandatangani kesepakatan tersebut. Menurutnya, pemerintah menunggu hingga kesepakatan benar-benar menguntungkan secara adil sebelum menandatangani.
Sebagai upaya dukungan keandalan sistem ketenagalistrian, Bahlil menekankan pentingnya gotong royong dengan seluruh negara, baik di ASEAN maupun secara global. APG sendiri merupakan inisiatif jaringan listrik regional yang mendukung tujuan Komunitas Ekonomi ASEAN dalam meningkatkan keamanan, ketahanan, dan konektivitas energi di kawasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.55
Bahlil: Ekspor Listrik Gak Masalah, Tapi Harga Harus Win-Win!
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.55
RI Belum Deal Interkoneksi Listrik dengan Malaysia, Bahlil: Harus Adil
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 17.30
Listrik Lintas ASEAN Belum Terealisasi, Bahlil: Harganya Belum Win-Win
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 15.15
Negara Tetangga Minta Indonesia Ekspor Listrik, Bahlil: Harganya Harus Win-Win
Berita terkait
Bahlil Akui Belum Sepakat Soal Harga dari ASEAN Power Grid
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 14.15
Negara Tetangga Minta Listrik RI, Bahlil: Jangan Coba-coba Menekan
Detik.com · 22 September 2026 pukul 14.08
Prabowo Sudah Terbitkan Surat Pembahasan RUU Migas, Ini Progresnya
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 16.25
Banyak Konsumen Beralih ke BBM Subsidi, Bahlil Siapkan Aturan Distribusi Tepat Sasaran
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 19.51