Bahlil Dorong E50, Pertamina Justru Minta Kepastian Pembebasan Cukai Etanol
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDK Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah sedang menyusun peta jalan penerapan bensin E50 (campuran etanol 50%). Gagasan ini dihadapi dengan tantangan infrastruktur dan kebijakan. Pertamina, melalui Patra Niaga, telah menyebarlanaskan Pertamax Green 95 dengan kadar etanol 5% di seluruh Jawa dan sedang mempersiapkan fasilitas blending untuk kadar etanol yang lebih tinggi. Di samping itu, Pertamina mengajukan pembebasan cukai atas etanol untuk kebutuhan blending BBM. Pemerintah juga telah menginisiasi penerapan bertahap E5, E10 (2027), dan E20 (2028).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 20.10
Prabowo Mau Bensin RI Dicampur Etanol 50% (E50), Ini Alasannya
kumparan · 21 September 2026 pukul 16.41
Pertamina Pastikan Harga BBM Nonsubsidi per 21 September 2026 Tidak Berubah
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.45
RI Sudah Punya BBM Campuran Bioetanol, Ini Produknya
Detik.com · 21 September 2026 pukul 14.34
Bahlil: Kalau Mampu E50, Kita Tidak Lagi Impor Bensin!
Berita terkait
Pertamina Targetkan Semua Bensin Berbasis Etanol 2 Tahun Lagi
Detik.com · 11 September 2026 pukul 14.40
Harga Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex Naik, Ini Rinciannya
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 05.19
Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan untuk Produksi Etanol
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 14.05
Sukses di B50, Prabowo Minta Bahlil Campur BBM Etanol 50% E50
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 12.55