Prabowo Mau Bensin RI Dicampur Etanol 50% (E50), Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia melalui Dewan Energi Nasional (DEN) tengah menyiapkan peta jalan pengembangan bahan bakar bensin dengan campuran etanol hingga 50% (E50). Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bensin dan memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa inisiatif E50 mengacu pada keberhasilan implementasi biodiesel B50 serta praktik di negara lain seperti Brasil dan Amerika Serikat yang telah mencapai E100. Saat ini, Kementerian ESDM bersama Dirjen Migas sedang merancang peta jalan teknis untuk mewujudkan target tersebut melalui pengembangan produksi etanol dalam negeri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 September 2026 pukul 14.34
Bahlil: Kalau Mampu E50, Kita Tidak Lagi Impor Bensin!
Detik.com · 21 September 2026 pukul 22.04
Terungkap Alasan Bensin di RI Bakal Dicampur Etanol 50%
JawaPos · 21 September 2026 pukul 16.30
Bahlil Jelaskan Rencana Prooduksi Bensin dari Batu Bara Kalori Rendah
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.57
Prabowo Mau Bikin Bensin dari Batu Bara, Bahlil: Perusahaan China Sudah Antre Kerja Sama
Berita terkait
Bahlil Tegaskan Kedaulatan Energi RI Tak Boleh Diintervensi, Minyak Rusia Mulai Dibeli
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 17.47
Pemerintah Butuh Tambahan 15 Pabrik Bioetanol pada 2027
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 11.50
Bensin Campur Etanol 20% Ditargetkan Jalan 2028
Detik.com · 8 September 2026 pukul 16.46
Mandatori E20 Segera Dikaji, Produksi Etanol di RI Baru 70.500 KL
kumparan · 2 September 2026 pukul 19.25