Bahlil Pastikan RKAB Tambang Akan Disesuaikan Demi Jaga Harga Komoditas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567598/original/019487400_1777291586-Foto_1.jpg)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah akan menyesuaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan untuk menjaga keseimbangan produksi dan harga komoditas di pasar global. Penyesuaian ini dilakukan agar produksi tidak berlebihan yang bisa menekan harga dan merugikan negara. Bahlil menekankan bahwa pengelolaan sumber daya mineral harus berkelanjutan, tidak hanya untuk kepentingan saat ini tetapi juga generasi mendatai. Pemerintah tetap membuka peluang relaksasi RKAB secara terukur, mengutamakan kebutuhan dalam negeri dan kondisi pasar internasional. Bahlil menyebutkan contoh volume perdagangan batu bara dunia sekitar 1,3 miliar ton, dengan 43% pasokannya dari Indonesia, sehingga produksi berlebihan berisiko menurunkan harga secara signifikan. Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah mengutamakan nilai tambah dan penerimaan negara (PNBP) dibandingkan sekadar meningkatkan volume produksi. Ia mencontohkan, produksi 800 juta ton dengan PNBP Rp 130 triliun lebih disukai dibanding 1 miliar ton dengan PNBP Rp 120 triliun. Bahlil enggan mengungkapkan rincian penyesuaian RKAB untuk menghindari fluktuasi harga, seperti yang terjadi sebelumnya terkait rumor kenaikan harga nikel dari US$ 18.000 ke US$ 17.000 per ton.
Bagikan
Berita terkait
Purbaya Bidik PNBP ESDM Lampaui 100% pada 2026
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 18.30
Momen Purbaya dan Bahlil Saling Sanjung Menteri Nomor 1 saat Bahas Pembatasan Pertalite
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 17.27
Bahlil Hati-Hati Soal Target Produksi Tambang di RKAB, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 09.40
Komoditas di Bursa Mineral Belum Final
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.29