Bahlil Putar Otak Tahan Harga BBM Subsidi di Tengah Lonjakan Minyak Mentah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316149/original/025928800_1785915556-1000398548.jpg)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tetap berkomitmen menahan harga BBM bersubsidi hingga 31 Desember 2026, meski harga minyak mentah dunia sempat melonjak di atas US$100 per barel akibat ketegangan geopolitik global. Pemerintah memilih menambah alokasi anggaran subsidi energi dalam APBN 2026 dibandingkan menaikkan harga BBM, yang diakui menambah beban negara karena asumsi harga minyak dalam APBN hanya US$70 per barel. Harga rata-rata acuan minyak mentah Indonesia (ICP) dari Januari hingga September 2026 masih berada di kisaran US$85–90 per barel, meski pernah mencapai US$106–108 per barel pada periode tertentu. Bahlil menegaskan harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi daya beli masyarakat menengah ke bawah. Konsultasi intensif dilakukan dengan Kementerian Keuangan untuk menghitung dampak kenaikan harga minyak Brent dan WTI terhadap belanja negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 21.26
Berapapun Harga Minyak Dunia, Bahlil Jamin BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 20.30
Bahlil Ungkap Penyebab Antrean BBM di Makassar
Detik.com · 14 September 2026 pukul 20.00
Bahlil Pastikan Cadangan BBM di Atas 20 Hari
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 19.15
Pemerintah Jadi Batasi Konsumsi BBM Pertalite? Ini Kata Bahlil
Berita terkait
Minyak Dunia Tembus US$ 108, Bahlil Akui Berat Jaga Harga BBM Subsidi
Detik.com · 11 September 2026 pukul 13.40
Purbaya & Bahlil Sepakat Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 19.00
Heboh Antrean Panjang BBM di Makassar, Bahlil Ungkap Penyebabnya
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 18.25
Purbaya Akui Kelola APBN Kini Makin Berat: Harga Minyak Tinggi Sekali
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 15.20