Minyak Dunia Tembus US$ 108, Bahlil Akui Berat Jaga Harga BBM Subsidi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tetap memutuskan menjaga harga BBM subsidi meski harga minyak dunia melonjak hingga US$ 108 per barel pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Bahlil mengaku rutin berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memantau dinamika global dan mencegah kenaikan harga BBM subsidi. Keputusan ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah, meski mengakibatkan peningkatan beban subsidi pemerintah. Bahlil menilai rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) dari Januari hingga September 2026 masih relatif aman di kisaran US$ 85-90 per barel, sehingga secara keseluruhan kebijatan harga BBM subsidy dapat dikelola dengan baik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.25
Harga Minyak US$108/Barel, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Gak Naik!
JawaPos · 11 September 2026 pukul 16.30
Bahil Jamin Pertalite-Solar Subsidi Tidak Naik meski Harga Minyak Dunia Melonjak
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 15.26
Minyak Dunia Tembus US$108, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 21.49
Tak Sampai Rp16 Juta, Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung Negara Selama Dua Tahun
Berita terkait
Bahlil-Purbaya Sepakat Harga BBM Subsidi Tak Naik meski Minyak Bergejolak
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 20.00
Malaysia Turunkan Harga BBM Non-Subsidi
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 11.45
Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tak Naik Meski Kuota Diproyeksi Jebol
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 21.30
Warga Beralih ke Pertalite, Bahlil Hitung Potensi Kelebihan Kuota Subsidi
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 20.30