Bahlil Tak Mau RI Pilih-pilih Minyak di Tengah Dunia Sulit, Rusia Mulai Dibeli
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tidak akan memilih-milih sumber minyak secara aktif saat kondisi energi global sulit. Ia menekankan pentingnya menjaga ketahanan energi nasional dengan cara membeli minyak yang dapat langsung didatangkan tanpa melanggar aturan dan tetap ekonomis. Pembelian minyak Rusia untuk tahap kedua telah mulai berjalan melalui kerja sama pemerintah ke pemerintah (G2G) dan selanjutnya ke pelaku usaha (G2B). Rencana impor minyak Rusia mencapai 150 juta barel, yang akan disimpan sebagai cadangan penyangga energi nasional bukan untuk pengolahan langsung menjadi BBM. Kebijakan ini dipersiapkan setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Vladimir Putin sebagai upaya memperkuat ketahanan energi dalam kondisi geopolitik dan pasar energi global yang tidak stabil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 11 September 2026 pukul 17.15
Impor Minyak Mentah Rusia Tahap Dua Dimulai Pemerintah Indonesia Demi Ketahanan Energi
Detik.com · 11 September 2026 pukul 16.07
Bahlil Sebut Impor Minyak Rusia Tahap Dua Sudah Mulai Jalan
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.10
Bahlil Jamin Harga Pertalite-Solar Tak Naik Meski Minyak Tembus US$100
Berita terkait
Bahlil Tegaskan Kedaulatan Energi RI Tak Boleh Diintervensi, Minyak Rusia Mulai Dibeli
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 17.47
Pertamina Sebut Kilang Cilacap Belum Olah Minyak Rusia
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 19.34
Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadir LagiPerkuat Kedaulatan Energi dan Ketahanan Sistem
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 23.30
Kawal Arahan Presiden, Bahlil Dorong Kerja Sama Energi RI-Rusia
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 18.30