Bahlil Tegaskan Kedaulatan Energi RI Tak Boleh Diintervensi, Minyak Rusia Mulai Dibeli
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif dalam mencari sumber minyak untuk menjaga kedaulatan energi nasional tanpa intervensi pihak luar. Pemerintah kini memulai proses pembelian minyak Rusia tahap kedua setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin. Prioritas utama adalah kecepatan pasokan dan aspek keekonomian yang tidak melanggar aturan.
Indonesia berencana membeli minyak Rusia hingga 150 juta barel melalui skema government to government (G2G) dan government to business (G2B). Minyak tersebut tidak akan langsung diolah menjadi BBM, melainkan digunakan sebagai cadangan penyangga energi nasional. Langkah diversifikasi ini diambil untuk memperkuat ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global yang memengaruhi pasokan dan harga minyak dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.40
Harga Minyak Dunia Melonjak, ICP Agustus 2026 Naik Jadi US$89,43 per Barel
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 19.38
B50 Tersalurkan di 6.050 SPBU, DPR: Tuntaskan Transisi dan Jaga Mutu
Berita terkait
Bahlil Tak Mau RI Pilih-pilih Minyak di Tengah Dunia Sulit, Rusia Mulai Dibeli
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 17.23
Pertamina Sebut Kilang Cilacap Belum Olah Minyak Rusia
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 19.34
Pemerintah Butuh Tambahan 15 Pabrik Bioetanol pada 2027
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 11.50
Enam Bulan Dites di 3 Perusahaan Tambang, ESDM Klaim B50 Tak Bermasalah
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 10.23