Bahlil Usul Subsidi Listrik 2027 Rp117,84 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan alokasi subsidi listrik dalam RAPBN 2027 sebesar Rp117,84 triliun. Usulan ini didasarkan pada asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$75 per barel, nilai tukar Rp17.500 per dolar AS, dan inflasi 2,5 persen. Bahlil menyampaikan bahwa kebutuhan subsidi listrik dapat meningkat jika harga minyak dunia naik di atas asumsi pemerintah, seperti kenaikan ICP hingga US$80 per barel. Ia berharap nilai tukar rupiah tidak mengalami koreksi besar agar tekanan subsidi tetap terkendali.
Sebagai bagian dari usulan RAPBN 2027, pemerintah juga mengusulkan lifting minyak dan gas bumi sebesar 1,564 juta barel setara minyak per hari. Komponennya meliputi lifting minyak bumi 612.500 barel per hari dan lifting gas bumi 954.000 barel setara minyak per hari.
Selain itu, pemerintah mengusulkan volume BBM bersubsidi sebesar 19,561 juta kiloliter, yang terdiri dari minyak tanah 0,561 juta kiloliter dan minyak solar 19 juta kiloliter. Harga dan mekanisme pemasukan BBM bersubsidi diatur dengan mempertimbangkan kondisi pasar global dan disparitas harga.
Bagikan
Berita terkait
RI Mulai Kembangkan PLTS 100 Giga Watt, Segini Harga Listriknya
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 09.55
Investasi Tahap Awal PLTS 100 GWp Capai Rp135 Triliun
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 20.26
Subsidi Energi RAPBN 2027 Naik 20% Jadi Rp 272,9 Triliun
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 20.10
Anggaran Subsidi Listrik 2027 Naik, Tarif Non-Subsidi Ada Penyesuaian
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.00