Anggaran Subsidi Listrik 2027 Naik, Tarif Non-Subsidi Ada Penyesuaian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merencanakan alokasi anggaran subsidi listrik sebesar Rp130,1 triliun pada 2027, meningkat sekitar 17,84% dibandingkan outlook realisasi APBN 2026 yang sebesar Rp110,4 triliun. Dokumen Nota Keuangan dan RAPBN 2027 menunjukkan kenaikan ini dipengaruhi oleh peningkatan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik, yang disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kenaikan harga minyak mentah akibat konflik geopolitik global, serta peningkatan produksi pembangkit listrik tenaga gas. Pemerintah menargetkan subsidi listrik hanya diberikan kepada kelompok yang berhak, termasuk rumah tangga miskin dan rentan sesuai Data Sensitivitas Ekonomi (DTSEN), sektor bisnis dan industri kecil, Pemerintah, serta kelompok sosial, curah, dan traksi sesuai regulasi yang berlaku. Untuk pelanggan non-subsidi, pemerintah akan menerapkan penyesuaian tarif guna mendukung transisi energi yang lebih efisien dan adil dari segi ekonomi, sosial, fiskal, dan lingkungan. Kebijakan ini juga bertujuan mengurangi dampak emisi melalui penerapan energi bersih dan ramah lingkungan, khususnya dengan transisi dari energi fosil ke Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Pemerintah menekankan pentingnya pelaksanaan kebijakan ini secara hati-hati, dengan mempertimbangkan kondisi sektor ketenagalistikan dan kemampuan fiskal nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 22.30
EV Transisi Energi Menuju Green Mining di Kalsel
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 16.38
RAPBN 2027: Jaga ketahanan pangan, nyalakan kemandirian energi
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 00.47
International Battery Summit 2026 Mendorong Percepatan Transisi Energi
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.39
10 Poin Penting RAPBN 2027 yang Dijabarkan Prabowo
Berita terkait
Waka MPR Dorong Pengembangan EBT Bermanfaat bagi Industri & Tenaga Kerja
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 14.09
Pertamina NRE dan METI Dorong Penguatan Ekosistem Energi Terbarukan di Sulut
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 19.58
Ternyata Panas Bumi Pasok 24% Kebutuhan Listrik Sulawesi Utara
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.00
Asiana Technologies Dorong Pemerintah Naikkan Rasio EBT Industri
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 16.35