Bakal Jadi Anak Usaha KAI, INKA Masih Punya Utang Rp 4,7 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rencana penggabungan usaha (merger) antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Industri Kereta Api (INKA) saat ini sedang dalam proses, meskipun belum diketahui secara pasti kapan proses ini akan rampai. Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, memastikan bahwa KAI akan menjadi induk usaha, sementara INKA akan menjadi anak usaha. Dony menilai proses merger ini akan selesai sebelum target akhir Januari 2027, sejalan dengan strategi transformasi BUMN untuk memperkuat industri manufaktur dalam negeri, terutama di sektor transportasi publik berbasis kereta api. Namun, INKA masih menghadapi kendala signifikan, termasuk utang sebesar Rp 4,7 triliun dan kerugian mencapai Rp 677 miliar. Kapasitas produksinya juga belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah, melalui Danantara, menyiapkan langkah pembenahan total, termasuk penambahan modal agar INKA dapat kembali sehat dan beroperasi optimal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 20.34
INKA Terbelit Utang Rp4,7 T, Merger dengan KAI Dikebut Sebelum 2027
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 12.55
INKA Blak-blakan Soal KAI Mau Impor KRL Bekas Jepang-Recall 7 CLI-225
Berita terkait
Integrasi Merger KAI-INKA Efektif Awal 2027
kumparan · 23 September 2026 pukul 19.15
SoalMerger BUMN Karya, Kabar Terbaru dari Manajemen ADHI
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 11.45
Soal Merger BUMN Karya, Kabar Terbaru dari Manajemen ADHI
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 11.45
Populer: Prabowo Mau Tutup 700 BUMN; Danantara Bakal Gabung PTPP dan ADHI
kumparan · 1 September 2026 pukul 05.00