Bali-Nusa Tenggara Jadi Wilayah dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5435250/original/089688200_1765013911-_DSC2841.jpg)
Pada triwulan II-2026, kelompok provinsi di Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, yaitu 6,10 persen secara tahunan (y-on-y). Capaian ini melampaui pertumbuhan Pulau Jawa (5,65 persen), Sulawesi (5,53 persen), Sumatera (5,06 persen), dan Kalimantan (4,10 persen). Sementara itu, pertumbuhan ekonomi terendah terjadi di kelompok provinsi Maluku dan Papua, sebesar 1,36 persen.
Meski menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, kontribusi Bali dan Nusa Tenggara terhadap perekonomian nasional masih relatif kecil, yaitu 2,84 persen. Pulau Jawa tetap mendominasi struktur ekonomi Indonesia dengan kontribusi mencapai 56,47 persen, diikuti oleh Sumatera sebesar 22,50 persen.
Secara keseluruhan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 mencapai 5,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 6.552,1 triliun, sementara PDB atas dasar harga konstan sebesar Rp 3.576,2 triliun. Pertumbuhan ini sedikit lebih rendah dari kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 22.15
Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29%, Purbaya Nilai Cukup Baik
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 15.10
Kunjungan Wisman Naik 5,71 Persen, Pariwisata Jadi Penopang Ekonomi Nasional
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 08.30
Tren Kemiskinan Nasional 8,07 Persen, DIY Catat Penurunan Tertinggi di Pulau Jawa
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 22.14
Koster Dorong Bali Jadi Hub Ekspor: Mengapa Tidak Dipolakan Secara Resmi?
Berita terkait
Ekonomi Bali-Nusra Tumbuh 6,1% di Q2, Sukses Saingi Kinerja Nasional
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 13.07
BPS Buka Data Kemiskinan di Kaltim yang Dipimpin Rudy Mas'ud
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 11.39
Ekonomi Tumbuh 5,29%: Prabowo Dikritik dan Kenyataannya
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.47
Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen, Rudi Hartono Bangun Merespons, Pakai Frasa “Sinyal Positif’
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.08