Bandara Soetta Sempat Tutup Imbas Abu Vulkanik, Kerugian Tembus Rp 40 M
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran debu abu vulkanik Letusan Gunung Anak Krakatau menyebabkan kerugian sebesar Rp 40 miliar dalam dua hari operasional. Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia, Agus Haryadi, menyampaikan hal ini dalam diskusi di Mercure Bandung, menekankan bahwa penutupan tersebut dilakukan demi keselaman penerbangan karena konsentrasi abu vulkanik yang cukup tebal sesuai hasil pemeriksaan BMKG. Penutupan ini pertama kali terjadi sejak tahun 1992, meskipun selama masa pandemi COVID-19 bandara tidak pernah ditutup secara total. Dampaknya, sekitar 130.000 penumpang terdampak hanya dari Bandara Soetta, dan jika ditambahkan dengan penutupan bandara lain seperti Halim Perdanakusuma, Tanjung Karang, dan Husein Sastranegara Bandung, jumlah penumpang yang terdampak mencapai lebih dari 200.000 orang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 13.53
Angkasa Pura Ungkap Kerugian Semua Bandara Akibat Erupsi Anak Krakatau Rp 40 M
Berita terkait
Situasi Terkini Bandara Soetta yang Masih Ditutup Usai Erupsi Anak Krakatau
Detik.com · 6 September 2026 pukul 19.23
BNPB: Abu Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung-DKI Mulai Kondusif
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 18.34
Bandara Soetta Kembali Beroperasi, Runway hingga Apron Dibersihkan dari Debu
Detik.com · 8 September 2026 pukul 17.40
Alasan Menhub Perpanjang Penutupan Soetta Meski Paper Test Negatif
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 19.02