Erupsi Anak Krakatau Penutup Bandara, Kerugian Rp40 Miliar
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 5-8 September 2026 menyebarkan abu vulkanik hingga ke wilayah Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Tanjung Karang, dan Husein Sastranegara Bandung. Akibat penutupan ini, PT Angkasa Pura Indonesia mencatat kerugian sebesar Rp40 miliar. Direktur Operasi, Agus Haryadi, menyampaikan bahwa penutupan dilakukan demi keselamatan penerbangan karena konsentrasi abu vulkanik yang tinggi sesuai laporan BMKG. Penutupan Bandara Soekarno-Hatta menjadi pertama kalinya terjadi sejak 1992, bahkan lebih signifikan dibandingkan penutupan selama pandemi COVID-19.
Dampak penutupan ini berbeda antar sumber. Kumparan dan Detik.com menyebutkan kerugian Rp40 miliar akibat penutupan sejumlah bandara, sementara Warta Ekonomi hanya menyefocus pada Bandara Soekarno-Hatta selama dua hari. Detik.com melaporkan sekitar 130.000 penumpang terdampak hanya dari Bandara Soetta, dan lebih dari 200.000 orang jika ditambahkan dengan bandara lain. Agus Haryadi juga dikutip beberapa kali menekankan bahwa keputusan penutupan tidak bisa ditunda demi keselamatan penerbangan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Angkasa Pura Ungkap Kerugian Semua Bandara Akibat Erupsi Anak Krakatau Rp 40 M
2 Oktober 2026 pukul 13.53 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Bandara Soetta Sempat Tutup Imbas Abu Vulkanik, Kerugian Tembus Rp 40 M
2 Oktober 2026 pukul 14.55 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Bandara Soekarno-Hatta Rugi Rp40 Miliar Imbas Letusan Anak Krakatau
2 Oktober 2026 pukul 17.03 · Baca aslinya ↗