Bangun Pabrik Panel Surya, Pertamina NRE Akui Bingung Cari Pembeli
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) masih kesulitan menemukan pembeli untuk modul panel surya yang akan diproduksi bersama LONGi Green Technology. Direktur Utama PNRE John Anis menyatakan bahwa proyek pabrik panel surya di Deltamas, Jawa Barat, semula ditujukan untuk mendukung ekspor listrik hijau ke Singapura, namun proyek ekspor tersebut belum memiliki kejelasan sehingga pasar untuk produk tersebut belum jelas.
Pabrik panel surya yang direncanakan dibangun di Jawa Barat ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi sebesar 1,4 GW per tahun dengan menggunakan teknologi Hybrid Passivated Back Contact (HPBC 2.0) tipe N. Dengan kapasitas tersebut, pabrik diharapkan mampu mendukung kebutuhan domestik maupun ekspor.
Sebagai upaya alternatif, PNRE berharap program Pengembangan Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp dapat menjadi pendorong utama permintaan bagi pabrik tersebut. John Anis menyampaikan bahwa realisasi PLTS 100 GWp diharapkan dapat menciptakan pasar yang cukup besar sehingga operasional pabrik dapat berjalan optimal melalui konsep demand creation.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 11.30
Cetak Rekor Dunia, Indonesia Bebas Impor Solar Lewat B50
Berita terkait
Ekspor Listrik ke Singapura Belum Jelas, Pabrik Panel Surya Pertamina Bingung Cari Pasar
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 18.10
B50 Jadi Senjata Kurangi Impor Solar, Pertamina Siapkan Infrastruktur Blending hingga Distribusi
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.23
Festival DEB Pertamina 2026 Mendorong Energi Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Desa
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 21.42
Festival DEB Pertamina Dorong Energi Bersih Jadi Motor Ekonomi Desa
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 21.26