Ekspor Listrik ke Singapura Belum Jelas, Pabrik Panel Surya Pertamina Bingung Cari Pasar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) mengungkapkan ketidakpastian rencana ekspor listrik hijau ke Singapura membuat pabrik panel surya yang dibangun bersama LONGi Green Technology di Cikarang, Jawa Barat, kesulitan menentukan pasar. Fasilitas manufaktur dengan kapasitas 1,4 GW per tahun semula diproyeksikan didorong permintaan dari ekspor listrik ke Singapura, namun hingga kini tidak ada kejelasan kepastian proyek tersebut. John Anis, Direktur Utama PNRE, menyatakan bahwa ekspor listrik ke Singapura masih dalam tahap negosiasi perizinan dan penetapan pengembang oleh pemerintah, termasuk kesepakatan harga jual listrik yang belum rampung. Indonesia dan Singapura sebelumnya menyepakati kerja sama perdagangan listrik bersih hingga 3,4 GW sampai 2035, yang memerlukan pembangunan PLTS 18,7 GWp dan sistem penyimpanan energi 35,7 GWh. PNRE berharap program PLTS 100 GWp domestik dapat menciptakan pasar baru bagi industri panel surya nasional.
Bagikan
Berita terkait
Hilirisasi Nasional Bakal Garap Kabel Bawah Laut, Jadi Persiapan Ekspor Listrik Singapura?
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 17.00
CORE perkirakan Inflasi September 0,1-0,2 persen
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 18.47
Pertamina NRE Dukung Program PLTS 100 GWp, Siapkan Lahan hingga Pabrik
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 18.01
Pengamat dorong digitalisasi BBM subsidi untuk tekan beban APBN
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 16.09