Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, 1.300 Hilang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal-Tibet menyebabkan 165 orang tewas dan lebih dari 1.300 orang masih hilang. Bencana ini dipicu oleh runtuhnya gletser yang mengirimkan air, lumpur, dan puing menyusuri Sungai Bhote Koshi dan Trishuli, menyapu sejumlah desa di jalur populer menuju Tibet. Di wilayah Nepal, 162 jenazah ditemukan dan 823 orang dilaporkan hilang, termasuk 579 warga lokal dan sejumlah wisatawan asing dari negara seperti India, Australia, Inggris, dan Amerika Serikat. Di sisi Tibet, tiga orang tewas dan 558 orang masih hilang. Perusahaan pendakian Himalayan Glacier melaporkan 47 orang dari satu kelompok belum ditemukan, termasuk dua anak. Pemerintah China memprioritaskan operasi pencarian dengan mengerahkan 800 pekerja darurat, 150 kendaraan, anjing pelacak, dan perahu cepat. IFRC juga mengirimkan bantuan darurat berupa selimut, kotak P3K, tandu, dan kantong jenazah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 06.10
Update Terkini Banjir Bandang Nepal-Tibet, Ratusan Tewas dan Hilang
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 04.45
Fakta Banjir Bandang Nepal-Tibet: Kronologi, Penyebab, dan Ratusan Korban Hilang
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 04.22
160 Orang Tewas, Ratusan Hilang usai Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.50
Apa Penyebab Banjir Bandang Nepal, Hantam Warga Meski Tak Ada Hujan?
Berita terkait
Ahli Ungkap Pemicu Utama Banjir Bandang Nepal: Gletser Runtuh
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.39
Rincian Warga Asing Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal-Tibet 2026
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.05
Dalai Lama Sampaikan Belasungkawa bagi Korban Banjir Bandang Nepal-Tibet
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 14.00
Kemlu Buka Suara soal Banjir Bandang Nepal-Tibet, Bagaimana Nasib WNI?
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 13.40