Bauran EBT Indonesia Turun Jadi 17,3% di Semester I 2026, ESDM Bongkar Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM mencatat bauran energi baru terbarukan (EBT) Indonesia turun menjadi 17,3% pada semester I 2026, turun dari 18,3% pada kuartal I yang sama. Penurunan ini dipengaruhi oleh penambahan pembangkit listrik captive power berbasis energi fosil seperti batu bara dan gas, sesuai RUPTL. Pemerintah menargetkan bauran EBT mencapai 30% pada tahun 2034 melalui RUPTL 2025-2034 yang menyusun tambahan kapasitas 70 GW, dari mana 42,6 GW berasal dari EBT. Pengembangan PLTS 100 GWp diproyeksikan membutuhkan investasi Rp1,140 triliun, menghasilkan penghematan Rp73,9 triliun per tahun, 5,5 juta lapangan kerja, dan mengurangi emisi 140 juta ton CO2. Tantangan utama adalah pembangunan ekosistem yang terintegrasi meliputi bahan baku, manufaktur, teknologi, pembiayaan, dan SDM.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 14.20
Bauran Energi Baru Terbarukan RI Baru Capai 17,3% di Semester I-2026
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 11.14
Ajang Energi Baru Terbarukan IndoEBTKE ConEX 2026 Resmi Dibuka
Berita terkait
Bauran EBT Baru 17,3%, ESDM Kejar Target 30% pada 2034
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 13.45
PLTS GWp Perkuat Ketahanan dan Kemandirian Energi Indonesia
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 19.42
Proyek PLTS 100 GW Butuh Rp 1.130 Triliun, Danantara Turun Tangan
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 19.15
PLTS Pulau Sembur Siap Dukung Program PLTS 100 GWp
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 16.45