Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Bauran EBT Baru 17,3%, ESDM Kejar Target 30% pada 2034

Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan kontribusi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional dari 17,3% saat ini menuju target 30% pada 2034. Untuk mencapai ini, Kementerian ESDM melalui Direktur Jenderal EBTKE menggariskan rencana pengembangan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 70 GW hingga 2034, dengan 42,6 GW berasal dari EBT. Infrastruktur pendukung juga disiapkan, termasuk 47.758 km sirkuit jaringan transmisi dan gardu induk dengan kapasitas 107.950 MVA. Program ini bertujuan memastikan sistem kelistrikan siap menampung energi yang bersifat intermiten seperti tenaga surya dan angin.

Sektor tenaga surya menjadi pendorong utama dengan proyek Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 GWp. Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1.140 triliun (US$71,3 miliar) dan diproyeksikan memberikan dampak ekonomi melalui penghematan energi Rp73,9 triliun per tahun, penciptaan lapangan kerja 5,5 juta orang, serta pengurangan emisi CO₂ sebesar 140 juta ton. Selain surya, pemerintah juga mengembangkan sumber EBT lain seperti panas bumi (potensi 732 MW) dan sampah (waste-to-energy) untuk diversifikasi energi.

Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menekankan bahwa keberhasilan transisi energi bergantung pada eksekusi nyata dan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Pengembangan EBT juga membutuhkan rantai pasok yang terintegrasi, mulai dari bahan baku, manufaktur, teknologi, pembiayaan, hingga SDM. Indonesia dilengkapi dengan sumber daya alam strategis seperti nikel, bauksit, silika, dan tembaga yang perlu dikembangkan menjadi industri lokal, bukan hanya diekspor sebagai bahan mentah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait