Bauran Energi Terbarukan Belum Optimal, ESDM: Butuh Dukungan Semua Pihak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5029588/original/085557500_1732948673-ciri-energi-terbarukan.jpg)
Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia dinilai belum optimal dan memerlukan dukungan lintas sektor, termasuk penguatan sumber daya manusia. Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mencatat bauran energi nasional mengalami koreksi dari 18,3% pada kuartal pertama menjadi 17,3% pada semester I 2026.
Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa krisis global menjadi peluang untuk mempercepat transisi energi demi kemandirian nasional dan mengurangi ketergantungan pada pasokan global. Strategi yang didorong meliputi pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) dari singkong dan jagung, serta pengolahan batu bara menjadi solar dan bensin untuk menekan impor BBM.
Bagikan
Berita terkait
Listrik Sumatera Kritis, Operasi PLTA Batang Toru 510 MW Dikebut
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.45
IndoEBTKE ConEx 2026 Usai, METI Siapkan Rekomendasi Percepatan EBT
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 06.53
Pemerintah Daerah Didorong Petakan Potensi EBT Jadi Proyek Siap Investasi
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 22.35
Monopoli PLN Disorot, Legislator Usul RI Bentuk Dua BUMN Kelistrikan
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 18.00