Listrik Sumatera Kritis, Operasi PLTA Batang Toru 510 MW Dikebut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM mempercepat pengoperasian PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, untuk memperkuat sistem kelistrikan Sumatra yang kondisinya cukup kritis. Pembangunan senilai Rp 21,6 triliun ini sempat terhambat banjir pada November 2025 yang merobohkan lima menara transmisi, serta sanksi administratif yang kini telah teratasi.
Wakil Menteri ESDM Yuliot memastikan uji teknis dan penyelesaian administrasi dilakukan secara paralel agar pembangkit segera terhubung ke jaringan nasional. Selain menjaga keandalan pasokan listrik Sumatra, PLTA ini menjadi kunci pemerintah mencapai target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 21% pada akhir 2026, dari capaian saat ini yang masih 16-17%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 14.15
Antisipasi Krisis Listrik Sumatera, Operasional PLTA Batang Toru Dipercepat
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 12.31
Menara Transmisi Roboh Kena Banjir, Perbaikan PLTA Batang Toru Dikebut
Berita terkait
Todotua: Indonesia Punya Sumber Energi Hijau Besar, Tapi...
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 16.35
Genjot Pengembangan Bensin Biotenol, Bahlil Siapkan Skema Harganya
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 12.30
Menakar Kemandirian di Tengah Ketidakpastian Global
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 11.50
81 Tahun Indonesia Merdeka, Dedi Mulyadi Ungkap 500 Ribu Warga Jabar Tanpa Listrik
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 11.27