BEI Sebut Saham Rp 50 Hanya Berbobot 1,91% di IHSG, Tak Signifikan ke Pelemahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,51 persen atau 94,03 poin menjadi 6.147,86 pada Senin (28/9) bertepat dengan kebijakan baru BEI yang menurunkan batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 per lembar. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan saham-saham dengan harga Rp 50 tidak berkontribusi signifikan pada perlemahan IHSG. Dari 26 saham tersebut, total bobotnya hanya 1,91 persen terhadap IHSG per 25 September 2026. Pada perdagangan 28 September, saham-saham ini menurun 8-14 persen namun kontribusinya hanya sekitar 0,27 persen atau 16,707 poin terhadap IHSG. Jeffrey menambahkan bahwa banyak saham di level Rp 50 sudah bertahun-tahun tidak ada transaksi, sehingga bobotnya relatif kecil. Respons pasar terhadap kebijakan baru dinilai positif, memberi ruang saham tertahan untuk menemukan harga yang lebih sesuai dengan kondisi pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 10.52
IHSG Jeblok 2%, BEI Tepis Aturan Saham Rp1 Jadi Biang Kerok
Detik.com · 29 September 2026 pukul 09.57
Bos Bursa Buka-bukaan Dampak Batas Saham Gocap Dihapus ke IHSG
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 06.00
IHSG Babak Belur Awal Kebijakan Harga Rp1, 5 Saham Ini Jadi Top Loser
Detik.com · 29 September 2026 pukul 05.55
Sederet Saham Jeblok Saat Aturan Rp 1 Resmi Berlaku
Berita terkait
Dirut BEI Buka Suara soal IHSG Terjun 1,51% di Hari Pertama Penerapan Saham Rp 1
kumparan · 28 September 2026 pukul 17.01
IHSG Sepekan Anjlok 3%!
Detik.com · 26 September 2026 pukul 10.07
IHSG Ambruk 1,51%, BEI Bantah Aturan Rp1 Jadi Biang Kerok
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 20.05
IHSG Nyungsep Usai Batas Saham Gocap Dihapus, Bos Bursa Buka Suara
Detik.com · 28 September 2026 pukul 16.46