Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Belajar dari Filipina, Syahganda Sebut Prabowo Bisa Pinggirkan Gibran

Pengamat politik Syahganda Nainggolan membandingkan dinamika hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan kasus Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dan Wakil Presiden Sara Duterte. Ia menyebutkan bahwa meskipun keduanya awalnya berkoalisi dalam Pemilu 2022, hubungan politik keduanya kemudian memburuk hingga Sara Duterte semakin tersisih dari pusat kekuasaan. Syahganda menilai pola serupa bisa terjadi di Indonesia jika hubungan Prabowo dan Gibran berubah, meskipun belum ada bukti nyata bahwa Gibran sedang disingkirkan secara politik.

Beberapa hal yang memicu pertanyaan dari Syahganda adalah keterlibatan Gibran yang terlihat minim dalam agenda pemerintahan, seperti tidak ikut perjalanan dinas Presiden dan jarang memimpin rapat kabinet. Selain itu, dalam beberapa kesempatan, Gibran tidak duduk di samping Prabowo, berbeda dengan pola kepemimpinan Jusuf Kalla dulu. Namun, beberapa momen publik justru menunjukkan kedekatan Prabowo dengan mantan Presiden Jokowi, seperti saat Prabowo meneriakkan 'Hidup Jokowi!' dan duduk di antara Jokowi dan Gibran dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Meskipun demikian, Syahganda menegaskan bahwa posisi wakil presiden tidak otomatis memberikan pengaruh politik yang kuat. Ia menekankan bahwa dinamika kekuasaan bisa berubah, sehingga peran dan pengaruh Gibran perlu tetap diwuji dari perkembangan situasi di pemerintahan.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait