Belanja fleksibel bisa jadi opsi penyesuaian bila APBN tanggung Whoosh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan bahwa belanja fleksibel seperti barang, administrasi, dan operasional menjadi opsi penyesuaian jika APBN perlu menanggung biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Menurutnya, belanja dengan daya ungkit rendah lebih rasional disesuaikan dibandingkan pendidikan, kesehatan, atau bantuan sosial. Dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027, Program Pengelolaan Belanja Lainnya mencapai Rp616,8 triliun dan mencakup dana antisipasi risiko fiskal, kewajiban pemerintah, dan kompensasi energi. Subsidi total sebesar Rp387,9 triliun, termasuk energi Rp272,9 triliun, dapat dioptimalkan melalui perbaikan sasaran penerima tanpa mengorbankan kelompok rentan. Pembayaran bunga utang sebesar Rp650,3 triliun tidak bisa dikurangi karena merupakan kewajiban tetap. Pendidikan juga sulit dipotong karena konstitusi menetapkan alokasi minimal 20% dari APBN. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan restrukturisasi utang Whoosh dengan cicilan Rp1 triliun per tahun selama 80 tahun, dengan proses transfer tanggung jawab ke Kemenkeu direncanakan 15 September 2026.
Bagikan
Berita terkait
Ojol Tolak Disebut Buruh, Pemerintah Diminta Perhatikan Perlindungan Kerja Bagi Pengemudi
JawaPos · 11 September 2026 pukul 19.00
Sentuhan MRT yang Hidupkan Kembali Jiwa Blok M
kumparan · 11 September 2026 pukul 18.48
Antrean BBM Subsidi Marak di Daerah, APEI Minta Pemda Cek Penyebab Utama
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 18.45
PTPN Group-PT KUAB Kembangkan Ekosistem Kedelai Nasional
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 18.45