Belanja Rp 1 Produk Lokal Beri Dampak Rp 2,2 ke Ekonomi Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412560/original/019546500_1763095961-Menteri_Perindustrian_Agus_Gumiwang.jpeg)
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penggunaan produk domestik untuk meningkatkan nilai tambah industri nasional. Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, setiap belanja Rp 1 untuk produk lokal dapat menciptakan dampak ganda sebesar Rp 2,2 bagi perekonomian nasional. Saat ini, 78,39% hasil manufaktur nasional disalurkan ke pasar domestik, sementara 21,61% ekspor. Kebijakan ini bertujuan memperkuat kapasitas produksi, rantai pasok, dan penyerapan tenaga kerja dalam negeri.
Pasar domestik Indonesia yang masih terbuka lebar menjadi peluang besar bagi industri manufaktur. Pada 2025, utilizasi industri pengolahan nonmigas mencapai 61,8%, menunjukkan masih banyak ruang untuk optimalisasi produksi. Konsumsi rumah tangga mencapai Rp 12.834,8 triliun pada 2025, didukung oleh populasi 284,44 juta jiwa. Untuk memperkuat industri dalam negeri, pemerintah menerapkan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hingga September 2026, lebih dari 57.000 produk dari 5.600 perusahaan telah bersertifikat TKDN.
Di sektor farmasi, Bio Farma Group aktif menerapkan TKDN dengan 29 sertifikat TKDN dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP). Kandungan TKDN produknya berkisar antara 44,28% hingga 95,03%, dengan pencapaian BMP maksimal 15%. Direktur Utama Bio Farma, Evi Sylvia, menekankan pentingnya integrasi dari hulu ke hilir, termasuk penguasaan teknologi, peningkatan TKDN, dan penerapan standar mutu serta halal agar produk dapat bersaing di pasar global.
Bagikan
Berita terkait
Tekan Impor, Bio Farma Dorong TKDN Hingga 71%
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.51
Rosan Sebut 10 Perusahaan Patuh TKDN Siap Garap Motor Listrik Nasional
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 18.40
Industri RI Masih Bergairah di Tengah Ketidakpastian Global
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 04.00
Bintang Chemical Bangun Pabrik Cat Refinish Rp80 Miliar di Cikande, Tantang Dominasi Merek Impor
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 15.39