Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Beras Makin Mahal, Kenaikan Merata dari Penggilingan Hingga Eceran

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras naik di seluruh rantai distribusi pada Juli 2026. Di tingkat penggilingan, harga naik 0,94% secara bulanan dan 5,11% secara tahunan; beras premium naik 0,44% bulanan dan 10,02% tahunan, sedangkan beras medium naik 1,25% bulanan dan 3,24% tahunan. Di tingkat grosir, inflasi tercatat 0,61% bulanan dan 4,11% tahunan, sementara di eceran naik 0,49% bulanan dan 3,10% tahunan. Deputi BPS Ateng Hartono menyebut angka tersebut merupakan rata-rata berbagai kualitas beras di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan keuntungan tidak wajar sekitar Rp 2,08 triliun per bulan yang diterima satu grup perusahaan penggilingan padi besar. Angka ini berasal dari perhitungan potensi kerugian konsumen mencapai Rp 98 triliun akibat penjualan beras premium yang tidak sesuai standar mutu. Amran menyebut ada selisih harga hingga Rp 9.300 per kilogram antara harga layak dan harga jual premium. Analisis rantai pasok menunjukkan penguasaan oleh konglomerat yang diduga memanfaatkan subsidi pemerintah hingga 40% untuk kegiatan komersial dan menaikkan harga di atas HET. Temuan lapangan menunjukkan 85,56% beras berlabel premium tidak memenuhi SNI, dan sekitar 39,75% (12,2 juta ton) melanggar standar mutu, merugikan negara dan masyarakat hingga Rp 98 triliun.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait