Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Berebut Investasi Global, Menperin Minta Kawasan Industri Berbenah

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa persaingan investasi global kini bergeser dari antarnegara menjadi antarkawasan industri. Investor tidak lagi membandingkan Indonesia dengan negara lain secara keseluruhan, melainkan langsung menilai keunggulan kawasan industri, seperti perbandingan antara kawasan di Jawa Tengah dengan kawasan di Binh Duong, Vietnam. Hal ini menunjukkan unit persaingan ekonomi global telah berpindah ke tingkat regional, sehingga keputusan pengelola kawasan sangat memengaruhi daya saing industri nasional.

Kawasan industri perlu bertransformasi dari sekadar penyedia lahan dan utilitas menjadi ekosistem yang mempercepat realisasi investasi. Peran sebagai investment enabler mencakup integrasi rantai pasok, pusat inovasi, pengembangan sumber daya manusia, dan transisi menuju industri hijau. Tiga faktor utama daya saing ke depan adalah proses perizinan yang cepat dengan kepastian, infrastruktur memadai, serta ketersediaan energi, terutama energi terbarukan.

Indonesia memiliki peluang di tengah fragmentasi perdagangan internasional, disrupsi rantai pasok, dan ketegangan geopolitik, tetapi persaingan berlangsung cepat. Perusahaan membandingkan Indonesia dengan Vietnam, Thailand, India, dan Meksiko dalam hitungan bulan. Ketersediaan energi bersih kini menjadi pertimbangan pasar global, misalnya pembeli dari Eropa menanyakan sumber energi dalam proses produksi. Kesiapan kawasan industri sangat krusial agar Indonesia memperkuat posisi sebagai basis produksi manufaktur dunia.

Berita terkait