Berebut Investasi Global, Menperin Minta Kawasan Industri Berbenah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457547/original/055326500_1767005788-1__1_.jpeg)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa persaingan investasi global kini bergeser dari antarnegara menjadi antarkawasan industri. Investor tidak lagi membandingkan Indonesia dengan negara lain secara keseluruhan, melainkan langsung menilai keunggulan kawasan industri, seperti perbandingan antara kawasan di Jawa Tengah dengan kawasan di Binh Duong, Vietnam. Hal ini menunjukkan unit persaingan ekonomi global telah berpindah ke tingkat regional, sehingga keputusan pengelola kawasan sangat memengaruhi daya saing industri nasional.
Kawasan industri perlu bertransformasi dari sekadar penyedia lahan dan utilitas menjadi ekosistem yang mempercepat realisasi investasi. Peran sebagai investment enabler mencakup integrasi rantai pasok, pusat inovasi, pengembangan sumber daya manusia, dan transisi menuju industri hijau. Tiga faktor utama daya saing ke depan adalah proses perizinan yang cepat dengan kepastian, infrastruktur memadai, serta ketersediaan energi, terutama energi terbarukan.
Indonesia memiliki peluang di tengah fragmentasi perdagangan internasional, disrupsi rantai pasok, dan ketegangan geopolitik, tetapi persaingan berlangsung cepat. Perusahaan membandingkan Indonesia dengan Vietnam, Thailand, India, dan Meksiko dalam hitungan bulan. Ketersediaan energi bersih kini menjadi pertimbangan pasar global, misalnya pembeli dari Eropa menanyakan sumber energi dalam proses produksi. Kesiapan kawasan industri sangat krusial agar Indonesia memperkuat posisi sebagai basis produksi manufaktur dunia.
Bagikan
Berita terkait
Biar Investor Cepat Bangun Pabrik, HKI Bawa Jurus ke Prabowo
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 10.16
Pemerintah RI Wajib Tahu, Sekarang Investor Kakap Sukanya Begini
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 10.55
Menakar Kemandirian di Tengah Ketidakpastian Global
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 11.50
81 Tahun Indonesia Merdeka, Dedi Mulyadi Ungkap 500 Ribu Warga Jabar Tanpa Listrik
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 11.27